简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Satu Pernyataan Menghantam Bull Minyak! Perubahan Kebijakan Trump Memicu Reli Pendinginan CPI
Ikhtisar:Rencana Donald Trump sebelumnya untuk mengenakan biaya kompensasi transit sebesar 20% di Selat Hormuz kembali mengguncang pasar global. Namun, setelah negara-negara Teluk menawarkan kesepakatan perdag
Rencana Donald Trump sebelumnya untuk mengenakan biaya kompensasi transit sebesar 20% di Selat Hormuz kembali mengguncang pasar global. Namun, setelah negara-negara Teluk menawarkan kesepakatan perdagangan dan investasi berskala besar dengan Amerika Serikat sebagai alternatif, rencana tersebut akhirnya dibatalkan. Trump menyatakan bahwa ke depannya sekutu-sekutu AS di Timur Tengah akan meningkatkan investasi mereka ke Amerika Serikat, alih-alih mengenakan biaya langsung kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Setelah pernyataan tersebut diumumkan, harga minyak dunia langsung memangkas sebagian besar kenaikan yang terjadi pada hari itu. Hanya dengan satu pernyataan singkat, Trump berhasil menekan sentimen bullish di pasar minyak mentah.
Data CPI Amerika Serikat bulan Juni menunjukkan kenaikan tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 3,46% (sebelumnya 4,17%), sementara secara bulanan turun 0,42% (sebelumnya naik 0,47%). Pada saat yang sama, Core CPI meningkat 2,57% secara tahunan (sebelumnya 2,82%) dan turun 0,02% secara bulanan (sebelumnya naik 0,21%). Seluruh angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar.
Penurunan signifikan harga minyak semakin memperkuat pandangan bahwa inflasi keseluruhan kemungkinan telah mencapai puncaknya pada bulan Mei. Komponen energi pada bulan Juni turun tajam sebesar 5,7% secara bulanan, berbalik dari kenaikan 3,9% pada bulan sebelumnya. Penurunan pada sektor energi saja bahkan lebih besar dibandingkan total kenaikan seluruh komponen lainnya.
Prospek Pasar
1. Inflasi AS Mereda, Indeks Saham AS Menguat Secara Menyeluruh
Data CPI yang lebih rendah dari perkiraan secara signifikan mengurangi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Juli. Hal ini mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta melemahnya dolar AS. Bersamaan dengan itu, musim laporan keuangan bank-bank besar dimulai dengan hasil yang solid, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko. Akibatnya, pasar saham AS, emas, dan aset kripto bergerak naik secara bersamaan.
Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS, CPI bulan Juni mencatat penurunan bulanan pertama dalam enam tahun terakhir, sementara inflasi inti relatif tidak berubah dan jauh lebih rendah dari perkiraan pasar. Setelah data dirilis, probabilitas pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli melonjak dari 58,3% menjadi 83,4%.
Sementara itu, Ketua Federal Reserve, Waller, dalam kesaksian pertamanya di Kongres AS kembali menegaskan komitmennya untuk menekan inflasi. Namun, data CPI yang lebih lunak membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
2. Debut Waller di Sidang Kongres: Tetap Mengambil Keputusan Berdasarkan Data Meski Dikritik Trump, Pendinginan CPI Juni Bukan Berarti Perang Melawan Inflasi Sudah Selesai
Waller kembali menegaskan bahwa inflasi merupakan masalah yang dapat dikendalikan dan bahwa Federal Reserve memiliki alat yang cukup untuk mencapai stabilitas harga tanpa mencari kambing hitam. Ia menyatakan bahwa meskipun menghadapi tekanan atau kritik dari Trump, dirinya akan tetap menjalankan tugas berdasarkan data ekonomi.
Ia juga berjanji untuk mengatasi fenomena “sticky inflation” atau harga yang sulit turun, serta mengisyaratkan bahwa kebijakan suku bunga rendah yang diterapkan pada era ledakan produktivitas tahun 1990-an tidak dapat langsung diterapkan pada kondisi saat ini yang didorong oleh boom investasi kecerdasan buatan (AI).
Waller menegaskan bahwa Federal Reserve akan tetap fokus pada mandat gandanya, yaitu menjaga stabilitas harga dan mendukung lapangan kerja, tanpa memperluas peran ke bidang lain. Ia juga menyatakan bahwa setiap penyesuaian terhadap kebijakan pengurangan neraca (balance sheet reduction) akan dikomunikasikan kepada pasar jauh sebelumnya.
Selain itu, lima kelompok kerja internal Federal Reserve saat ini masih berada pada tahap evaluasi awal dan akan terlebih dahulu menyampaikan hasil pengamatan mereka kepada para pengambil kebijakan. The Fed juga sedang mempertimbangkan untuk mengurangi frekuensi publikasi pernyataan resmi. Menurutnya, penyesuaian komunikasi bertujuan memastikan efektivitas kebijakan moneter, bukan untuk mengurangi transparansi. Ia menambahkan bahwa Federal Reserve tidak seharusnya ikut campur dalam mekanisme pasar secara berlebihan, kecuali dalam kondisi krisis yang memerlukan penggunaan neraca bank sentral sebagai alat stabilisasi.
Fokus Pasar Hari Ini
20:30 WIB
Data PPI Amerika Serikat bulan Juni
Indeks Manufaktur Empire State New York Fed bulan Juli
20:45 WIB
Presiden Federal Reserve New York sekaligus anggota tetap FOMC, John Williams, menyampaikan pidato.
22:00 WIB
Ketua Federal Reserve, Waller, dijadwalkan menghadiri sidang dengar pendapat kebijakan moneter di Kongres AS pada 14–15 Juli (Senat).
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
