简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
ASIC Hapus 19.400 Penipuan, Deepfake AI Incar Investor
Ikhtisar:ASIC memperingatkan bahwa pencarian daring cepat tidak lagi cukup untuk memverifikasi peluang investasi karena penipu memakai AI generatif untuk membangun jaringan situs deepfake, dukungan selebritas palsu, dan ulasan yang saling menguatkan. Dalam tahun fiskal 2026, regulator Australia itu menghapus lebih dari 19.400 penipuan daring, naik 182 persen, termasuk 5.476 tautan phishing dan 7.051 platform investasi palsu.

Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) memperingatkan bahwa pencarian daring cepat tidak lagi cukup untuk memverifikasi peluang investasi.
Penipu kini memakai kecerdasan buatan generatif untuk membangun jaringan situs deepfake, dukungan selebritas palsu, dan ulasan saling menguatkan.
Dalam tahun fiskal 2026, ASIC menghapus lebih dari 19.400 penipuan daring, naik 182 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini mencakup situs web palsu, iklan media sosial, penipuan phishing, dan penipuan investasi mata uang kripto.
Lonjakan Penipuan yang Ditargetkan
ASIC mencatat kenaikan tajam penipuan daring memakai video deepfake selebritas dan politisi untuk mendorong warga Australia menyerahkan uang.
Menurut Pusat Anti-Penipuan Nasional (NASC), tokoh publik yang paling sering ditiru antara lain Anthony Albanese, Jacqui Lambie, Angus Taylor, Tom Piotrowski, dan Alan Kohler.
Laporan Scamwatch mengaitkan tokoh-tokoh tersebut dengan kerugian yang dilaporkan sebesar 7,4 juta dolar Australia.
Cara Kerja Jaring Penipuan
Penipu menciptakan merek penipuan, memakai frasa khas, dan membangun jejak daring berupa artikel berita yang mendukung, ulasan positif, dan situs web yang bekerja bersama untuk menipu konsumen.
Calon investor bisa diarahkan dari iklan di platform ternama menuju artikel berita palsu yang memuat dukungan selebritas dan komentar publik yang direkayasa.
Setelah korban menyerahkan data pribadi, penipu menindaklanjuti dengan panggilan telepon ber-skrip, platform investasi palsu, dan pembayaran keuntungan kecil untuk membangun kepercayaan.
Sering kali peluang investasi itu sebenarnya tidak ada, dan uangnya mengalir ke pelaku kriminal di luar negeri.
Lisensi Palsu dan Angka Penghapusan
ASIC mengingatkan konsumen untuk memeriksa apakah peluang investasi disertai Lisensi Jasa Keuangan Australia (AFS) yang terverifikasi.
Penipu menyalahgunakan detail lisensi AFS dengan mengaku memegang lisensi, memakai nomor lisensi entitas lain, atau meniru bisnis jasa keuangan berlisensi.
Dalam tahun fiskal 2026, ASIC menghapus 5.476 tautan phishing, naik 279 persen, serta menurunkan 7.051 platform investasi palsu, naik 151 persen. Penghapusan penipuan investasi mata uang kripto naik hampir 30 persen dengan 3.106 penipuan dihapus.
Sejak meluncurkan kemampuan penghapusan tiga tahun lalu, ASIC telah menghapus lebih dari 33.400 situs penipuan, iklan media sosial, dan penipuan phishing.
Pencegahan sebagai Pertahanan Terbaik
Ketua ASIC Sarah Court menyatakan bahwa konten yang rapi, merek yang familiar, atau testimoni yang meyakinkan tidak berarti investasi itu sah. Menurutnya, AI membuat penipuan investasi semakin meyakinkan dan semakin sulit dideteksi.
Court menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi pertahanan terbaik. Ia menyarankan untuk selalu mencari nomor lisensi AFS dan memverifikasinya secara mandiri melalui daftar publik gratis ASIC.
Jika detail lisensi tidak dapat diverifikasi atau tidak cocok dengan catatan ASIC, jangan berinvestasi.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










