简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Harga Emas Tembus US$4.500, Aksi Beli Futures Capai Rekor US$22,2 Miliar
Ikhtisar:Arus beli spekulatif membanjiri pasar kontrak berjangka emas dalam tiga pekan terakhir. Berdasarkan laporan Commitments of Traders (COT) yang dikutip trader futures Goldman Sachs Robert Quinn, selama
Arus beli spekulatif membanjiri pasar kontrak berjangka emas dalam tiga pekan terakhir. Berdasarkan laporan Commitments of Traders (COT) yang dikutip trader futures Goldman Sachs Robert Quinn, selama 28 Juli–18 Agustus, managed money, other reportables, dan non-reportables mencatat pembelian bersih emas senilai US$22,2 miliar, nilai nominal tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
【Grafik 1: Posisi Investor Institusional AS】
Pembelian tersebut terdiri dari penambahan posisi long sebesar US$13,6 miliar dan short covering sebesar US$8,6 miliar. Posisi net long emas kini berada di persentil ke-93 dalam rentang dua tahun terakhir. Goldman Sachs sebelumnya juga memperingatkan adanya “risiko kenaikan signifikan” terhadap target harga emas US$4.900 per ons pada akhir 2026.
Arus dana datang dari berbagai kelompok investor. Managed money membukukan net buy US$10,9 miliar, other reportables US$8,5 miliar, dan non-reportables US$2,8 miliar.
Faktor makro menjadi katalis utama. Sikap dovish Federal Reserve pada pertemuan Juli serta data inflasi dan ketenagakerjaan yang moderat membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga pada 2026. Di sisi lain, ketahanan ekonomi, belanja modal AI, dan tekanan fiskal mendorong imbal hasil obligasi jangka panjang naik serta membuat kurva yield Treasury AS semakin curam.
CTA (Commodity Trading Advisors) juga berbalik bullish. Model CTA Goldman Sachs menunjukkan penguatan sinyal beli setelah harga emas menembus level teknikal utama. Strategi sistematis yang sebelumnya memegang posisi short terpaksa melakukan short covering, sehingga memperkuat momentum kenaikan harga.
Pada 18–21 Agustus, reli emas semakin cepat setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan pembelian kembali Treasury tenor 10–30 tahun. Meskipun imbal hasil jangka panjang meningkat, emas justru melonjak 5,9% dalam sepekan, dengan harga spot untuk pertama kalinya menembus US$4.500 per ons.
Jonathan Garber dari UBS mengatakan sebagian pelaku pasar menilai kebijakan tersebut sebagai upaya memengaruhi harga obligasi tenor panjang dan kurva yield. Kekhawatiran terhadap kepercayaan pada dolar AS kemudian meningkatkan permintaan terhadap aset riil seperti emas.
Total posisi emas bertambah sekitar US$8,9 miliar dalam beberapa sesi. Pada 19 Agustus, volume perdagangan bahkan mencapai 27% dari total transaksi elektronik sepanjang pekan tersebut.
ETF dan Cadangan Bank Sentral Perkuat Permintaan Emas
【Grafik 2: Distribusi Volume Perdagangan Emas】
UBS menilai arus dana ETF sebagai salah satu penopang utama harga emas. Kepemilikan ETF emas telah kembali mendekati level tertinggi Mei 2026 dan pembelian tetap berlanjut selama reli.
Permintaan sektor resmi juga menguat. Penambahan cadangan emas oleh bank sentral China mencatat laju bulanan tercepat sejak 2023. Di Asia, premium emas Singapura berada di atas pasar OTC, sementara permintaan pinjaman emas terlihat pada tenor 1–18 bulan.
Pasar opsi turut menunjukkan sentimen bullish. Implied volatility emas tiga bulan meningkat, sementara skew put/call 25-delta turun ke level terendah dalam lima bulan, menandakan opsi call relatif semakin mahal. Probabilitas tersirat emas mencapai US$5.000 per ons tahun ini juga melonjak dari sekitar 40% menjadi lebih dari 60% hanya dalam satu pekan.
Kombinasi aksi beli spekulatif, short covering CTA, arus ETF, dan kekhawatiran fiskal telah membawa emas menembus US$4.500. Namun, posisi net long yang sudah tinggi juga meningkatkan risiko aksi ambil untung apabila muncul katalis negatif.
UBS memperkirakan harga emas dapat berkonsolidasi di sekitar level saat ini setelah reli tajam. Dalam jangka pendek, data PCE dan pidato Warsh di Jackson Hole menjadi fokus pasar. Dalam jangka menengah hingga panjang, tekanan utang, risiko geopolitik, dan permintaan cadangan resmi tetap menjadi faktor struktural yang mendukung emas.
Peringatan Risiko: Informasi, analisis, riset, dan harga di atas hanya merupakan komentar pasar umum dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Setiap keputusan investasi dan risiko yang timbul menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Harap bertransaksi secara bijaksana.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










